아주 의미있는 사람을 찾고 싶었어요 영원히 내 곁에있을 수 있지만 어디 내 왕자님을 O, 찾아해야하나요?
그러나 후보자가 왕자가 도착했을 때, 제 마음은 자신의 사랑을 받아들일 수 없습니다 ...상처가 완전히 회복되지 않았습니다 : ((
저도 같은 이벤트가 그 사람이 내 감정, 표현 사랑 가지고 놀겠 다는거, 다시 반복 될 우려하지만, 결국 실제로 있었던 관계를 싶지 않아 ...
이제 어떻게해야할지 모르겠 : 논문 및의 과정에 초점을, 또는 사랑을 찾기 위해 노력 ...
내기도는 오늘이 생활이 원활하게 실행 21 년 희망입니다 ... 물을 모방하려고 물이 항상흐르는 전류이며, 물이 항상 환경에 적응 수있는, 물, 결국 한 지점에서 진정한 사랑 종점을 중지합니다 ...
Amen.
Happy Birthday to me, 김 재 린 <3
Wednesday, October 12, 2011
21 살에 내 욕망...
Posted by Saharu_Rei at 10/12/2011 12:17:00 AMSunday, January 30, 2011
Exam's Distraction
Posted by Saharu_Rei at 1/30/2011 08:50:00 PMKenapa judul postingan kali ini "Exam's Distraction"? Alasannya:
Saturday, October 9, 2010
Brand New Decade
Posted by Saharu_Rei at 10/09/2010 08:44:00 PMAn almost-twenty.
Yes, there's a few hours remaining for my anniversary, the day I was born twenty years ago.
Mengulang masa lalu
Ingin rasanya mengulang masa lalu. Ingin mengalami kembali masa-masa bahagia. Ingin memperbaiki setiap kesalahan yang telah diperbuat. Ingin rasanya.. menjadi seseorang yang lebih baik dan berarti bagi orang lain, jauh melampaui batas yang telah dicapai hingga sekarang.
Penyesalan. Salah satu kata yang sangat ingin kuhindari selain kata "Menyerah". Seperti yang pernah kubahas di tulisanku sebelumnya, pertanyaan-pertanyaan retoris yang sama kembali terlintas ketika mengetik kata keramat ini. Untuk apa menyesal? Untuk apa mengubah masa lalu?
Jawaban yang sama pula kembali terlintas: gunakan rasa penyesalan dan keinginan mengubah masa lalu menjadi kekuatan dan keyakinan untuk tidak mengulangi hal yang sama di masa mendatang.
Mensyukuri keadaan saat ini
Saat ini, ketika separuh dari daftar keinginanku sudah/akan terpenuhi (dari tulisan ini). Sejujurnya, tidak ada lagi hal yang kuinginkan saat ini, terutama yang bersifat subjektif. Kini aku mulai bisa mengubah pola pikir subjektif yang lama menjadi objektif. Tak lagi egois, tak lagi memikirkan diri sendiri. Yang penting saat ini adalah, bagaimana aku bisa memenuhi peranku di dunia bagi orang lain. Meski hal ini terlihat seperti omong kosong, paling tidak aku sudah akan memulainya. Seperti yang pernah kubaca dari tulisan bapak Mario Teguh di account facebooknya: hal pertama yang harus dilakukan untuk memulai sesuatu adalah MULAI! Tidak penting apakah langkah-langkahnya sudah terencana atau tidak, tidak penting pula apakah batin kita sudah siap memulai atau tidak. Karena dengan memulai sesuatu, secara alamiah otak kita akan dipaksa berpikir untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulai.
Dengan kata lain, aku bahagia dengan keadaanku sekarang :)
Merencanakan masa depan
Masa depan harus direncanakan. Harus ada suatu visi yang ingin dicapai di masa depan. Dengan visi itu, kita bisa merancang misi atau langkah-langkah untuk mencapai visi yang telah dibuat.
Visiku di masa depan adalah menjadi seseorang yang mandiri, tidak bergantung dengan orang lain dan mampu menjadi orang yang sukses. Bagaimana cara untuk mencapainya? Singkat saja. Dimulai dengan saat ini. Kuliah, tahap terakhir dari pendidikan formal. Inilah kesempatan terakhir untuk mempersiapkan masa depan.
Tahun kedua puluh, tahun awal untuk mulai membuktikan hasil kerja kerasku selama ini. Menjadi orang yang lebih dewasa dari sebelumnya, menjadi orang yang lebih mandiri dari sebelumnya. Di tahun inilah awal penghilangan sebutan "anak kecil" dan mulai dianggap sebagai seseorang yang dewasa sepenuhnya.
In the end, I would say, "Goodbye my chilhood, goodbye my adolescence, goodbye my first and puppy love, and WELCOME TWENTIES!"
(Background song: Please Don't Go by 2NE1) (music)
Tuesday, July 13, 2010
Sometimes, Somehow
Posted by Saharu_Rei at 7/13/2010 10:25:00 PM--Terkadang kita tidak bisa mengetahui kebenaran hanya dari tulisan saja, begitu pula sebaliknya--
Aku baru saja memotong kuku-kuku jariku yang sudah sangat panjang tanpa kusadari--masing-masing sepanjang nyaris lima kilimeter-- sehingga kini kuku-kuku bandel *karena memanjang dengan sangat cepat* itu hanya tersisa 1-2 mili saja--aku tidak suka kuku jari tanganku dipotong habis.
Sekarang sudah liburan semester--seharusnya libur, tapi kedatanganku ke kampus yang rutin hampir setiap hari membuat seolah-olah hari liburku masih jauh tanpa bisa digapai.
Sekarang pun aku sudah meraih kembali kebebasanku; aku sudah benar-benar tinggal sendirian di rumah berlantai tiga ini. Suatu situasi yang telah lama kuinginkan, sebenarnya. Namun ternyata sesuatu yang begitu kita inginkan tidak selalu benar. Ya, aku yang tadinya merasa bahwa tinggal sendirian akan sangat menyenangkan, kini mulai merasa sedikit takut. Aku dulu memang pernah tinggal sendirian. Sendirian waktu kost di kelas 3 SMA, sendirian di rumah ketika masih di Palembang.
Lantas, apa bedanya dengan keadaanku sekarang? Bedanya, sekarang aku tinggal di rumah tiga lantai sendirian. Pada awalnya kukira keadaan baru ini tidak masalah karena dua pengalamanku sebelumnya, tapi ternyata perbedaan besar rumah berpengaruh.
Beberapa kali ketika aku hanya di rumah saja sepanjang hari, sangat terasa kesunyian yang makin lama membuat bulu kudukku berdiri. Bahkan aku juga pernah tidur dengan menyalakan lagu di HP agar tidak terasa terlalu sunyi.
Alasan itu pula yang membuatku semakin tidak betah di rumah. Makin lama di rumah sepertinya bisa membuatku gila >_<
Sampai sini dulu postingan kali ini. Awalnya aku mengetik blog post ini dengan Shira *HPku*, tapi karena jumlah karakternya terbatas jadi diposting dengan inti menggantung. Setengah di bawahnya baru kulanjutkan sekarang *tanggal 18 Juli* jadi harap maklum kalau cerita kali ini sedikit tidak jelas. Hehe.
See you in the next post!
Monday, June 14, 2010
Nilai sebuah konsistensi
Posted by Saharu_Rei at 6/14/2010 12:13:00 AMTahukah kau, betapa berharganya sebuah konsistensi?
Bila dinilai dengan uang, bisa diibaratkan dengan sebuah perusahaan yang berusaha mempertahankan SDM berkualitas tinggi dengan menawarkan gaji yang besar.
Sebenarnya tidak melulu dinilai dengan uang. Masih banyak hal yang bisa didapat dari menjalani sebuah konsistensi.
Namun apa? Hampir semua orang berpikir, buat apa melakukan sesuatu kalau tidak dibayar? Buat apa terus bekerja padahal gajinya tidak sepadan? Dan apa yang terjadi? Seseorang yang tadinya bertekad untuk terus konsisten bisa terpengaruh dengan perkataan itu dan meninggalkan apa yang sudah menjadi tanggung jawabnya.
Akar dari konsistensi itu sendiri adalah janji. Janji yang diucapkan di awal untuk 'akan' bertanggung jawab dengan segala kewajiban.
Seperti apa yang pasti dikatakan oleh semua pelamar kerja di interview mereka, seperti apa yang selalu dikatakan setiap orang di awal penjalanan tugas, bahwa: "Saya berani menjamin bahwa saya akan terus bekerja disini dan memberikan yang terbaik pada perusahaan ini, apapun yang terjadi."
Apa yang terjadi selanjutnya?
Ketika suatu kesulitan datang, orang itu akan berusaha melewati rintangan itu dengan segala kemampuannya.
Ketika kesukaran yang lebih sulit datang, orang itu akan semakin kehabisan ide.
Dan seterusnya, hingga pada batas tertentu orang itu akan merasa capek dan berpikir, "Saya merasa inilah batas saya namun atasan tidak bisa mentolerir keterbatasan saya. Balasan atas kerja keras saya tidak ada. Bukankah ini saatnya saya mengundurkan diri dan mencari tempat yang lebih baik?"
Aku tidak begitu mengerti dengan pola pikir orang dewasa. Semua bertolak ukur pada uang. Buat apa ngajar kalo ga dibayar? Buat apa ini kalo ga ada duitnya? Buat apa itu kalo cuma bikin capek doang?
Apakah uang itu sebegitu pentingnya?
Ya, aku mengerti kalo uang memang penting. Uang bisa buat beli makanan, minuman, pakaian, bayar keperluan rumah, bayar kuliah, dan lain-lain.
Tapi kurasa, apa yang kucari saat ini bukanlah soal uang, melainkan soal kepuasan batin. Kepuasan yang hanya akan terpenuhi dengan suasana yang nyaman, senang dan bahagia. Kepuasan akan hal lain yang akan kudapat selain uang: pengalaman.
Orang bilang, kita harus belajar dari pengalaman. Semakin punya banyak pengalaman, kita akan menjadi lebih sukses. Tapi tentu saja, pengalaman banyak tanpa dijadikan bahan pelajaran sama sekali tidak ada gunanya. Seperti seorang pencuri yang sudah pernah masuk penjara karena mencuri ayam, setelah bebas ia kembali masuk penjara karena mencuri jemuran *just for example XD*
Mungkin sekilas orang akan berpikir, "Bodoh sekali dia padahal sudah pernah masuk penjara kok malah mencuri lagi jadinya masuk penjara 2 kali. Apa perlu dipenjara seumur hidup agar jera?"
Padahal si pencuri itu juga belajar dari pengalaman, meskipun tetap saja terkesan bodoh: ia belajar untuk tidak mencuri ayam lagi karena mencuri ayam jauh lebih beresiko karena ayam lebih mahal dari jemuran. LOL
Oke, balik lagi ke topik.
Kesimpulannya, konsistensi menjadi mahal harganya ketika pengalaman yang kau dapatkan dalam kekonsistenan itu jauh lebih berharga daripada uang.
Sampai sini dulu deh, daripada topiknya kembali menyimpang :P *belakangan ini suka OOT :))*
See you then~!
Thursday, June 10, 2010
Pernahkah?
Posted by Saharu_Rei at 6/10/2010 02:01:00 AMHei, bayangkan bila ada sesorang yang bertanya padamu.
Pernahkan kau merasa sangat optimis dengan dirimu sendiri?
Pernahkah kau merasa bahwa kau bisa melakukan segalanya?
Pernahkah kau merasa keberadaan dirimu begitu tidak berharga di mata orang lain?
Pernahkah kau merasa pilihan yang kau ambil ternyata berakhir dengan kegagalan?
Pernahkah kau merasa kau merasa sangat serba salah terhadap segala sesuatu, karena pilihanmu yang fatal?
Pernahkah kau merasa sangat bingung pada akhirnya, ketika menyadari semua pikiranmu naif semata?
Pernahkah kau kehilangan arah ketika semua orang menumpukan keputusan padamu?
Pernahkah kau akhirnya memutuskan segala sesuatu tanpa pemikiran karena sudah didesak waktu?
Pernahkah kau terjebak pada dua pilihan, antara memuaskan egomu semata atau memuaskan ego orang lain? Yang mana yang akan kau pilih?
Kedua pilihan sama-sama salah. Sama seperti 2 orang yang sama-sama melakukan kesalahan, masing-masing dari mereka malah menyalahkan diri mereka sendiri meskipun rasanya jauh lebih sakit daripada menerima kegagalan itu sendiri.
Terakhir, pernahkan kau merasa hidup ini terlalu singkat untuk diisi dengan pertanyaan-pertanyaan konyol seperti ini?
Bila kau bertanya padaku, apa jawabanku? Ya.
*It's another random post, so feel free to ignore this post*
Sunday, June 6, 2010
Blank blank blank
Posted by Saharu_Rei at 6/06/2010 03:29:00 PMHello, fellas!
Nyaris sebulan sejak postingan terakhir. Gw ga nulis selama itu gara-gara komputer gw rusak. Trus pake laptop cc. Tetep aja males nulis. Ga sempet juga.
Oke, langsung intinya aja ya~
Kenapa judul postingan ini "Blank blank blank"?
Is there anyone who can guess the answer?
Hmm, blank blank blank itu kalo dalam bahasa Inggris sama dengan titik titik titik "...", dipakai di soal isian singkat atau dlm pertanyaan.
Sedangkan makna blank blank bagi gw sendiri.. hampir mirip dengan arti di atas.
Simple aja, gw lagi nge-blank.
Ga tau mau ngapain, pikiran rasanya kosong; karena kekosongan itu dipenuhi oleh segudang pertanyaan yang belum terjawab.
Nah, untuk mengatasi ke-blank-an ini *aneh deh bahasanya*, gw pun nulis disini. Biasa, cuma untuk menuangkan pikiran. Biasanya kalo lagi stres gw pasti nulis. Seperti sekarang :)
Cerita kali ini mungkin tentang apa saja yang sudah terjadi sejak postingan terakhir:
1. Terhempas badai tugas tapi akhirnya bisa selamat.
2. Salah satu harapan naif gw terwujud dan gw mendapat sesuatu yang tidak terduga.. One of my wishlist will be fulfilled :)
3. Stres jadi editor newsletter
4. Stres berat karena nafsu makan nambah karena gw stres *semoga ngerti maksudnya*
5. Emosi naik-turun gara-gara band indonesia abal-abal yang pastinya sudah sangat terkenal di seluruh dunia terutama para K-POP lover, Mosquito Band alias band NYAMUK-NYAMUK HUTAN. *oke, gw mulai ngamuk lagi :P*
6. Gw ngerasa ada yang salah dengan apa yang gw lakukan sekarang. Ada sesuatu yang mengganjal. Bolehkan gw terus seperti ini?
Kira-kira itu aja yang terjadi. Terlihat singkat, tapi sangat kompleks.
Setelah selesai menulis ini, semoga perasaan gw bisa membaik.
Anyway, sekarang gw lagi dengerin lagu dari album terbaru Outsider, lagu yg judulnya Outsider. Khas seperti biasa, full with his rapid rap. Rasanya kalo denger lagu ini yang diulang-ulang terus, perasaan buruk gw bisa berlalu bersamaan ratusan kata yang ada di rapid rapnya :D
This post is really random XD
See you later!



